Riset dan komentar kami menunjukkan kualitas penilaian yang bisa diharapkan klien dalam engagement privat. Jelajahi analisis kami seputar kebijakan ekonomi, jasa keuangan, pasar modal, dan strategi institusional.
BI menahan BI-Rate 5,75%, menaikkan Deposit Facility, dan menurunkan GWM. Desainnya konsisten, tetapi efektivitasnya masih perlu dibuktikan.
PDB Indonesia tumbuh 5,47% pada triwulan III 2026. Seberapa kuat momentum ini? SUR+ mengujinya lewat konsumsi, manufaktur, investasi, dan tenaga kerja.
BI menambah likuiditas lewat KLM dan penurunan GWM. Masalahnya, bank tidak sedang kekurangan likuiditas. Lalu, tambahan likuiditas ini mau menyelesaikan apa?
Potensi optimalisasi US$5 miliar dari DSI belum sama dengan tambahan penerimaan atau devisa. Lima indikator untuk membuktikan manfaat ekonominya.
CAR dan LCR bank masih sehat, tetapi penarikan 7–10% simpanan besar cukup menekan bank menengah. Mengapa Indonesia butuh sistem peringatan dini?
BI-Rate sudah ketat, tetapi likuiditas masih longgar. Seberapa besar risiko dominasi fiskal, dan bagaimana BI menjaga ruang kebijakannya?
Rasio utang Indonesia hanya 41% PDB, tapi penerimaan negara rendah dan bunga utang menyerap 19% pendapatan. Seberapa besar ruang fiskal sebenarnya?
Estimasi SUR+ menempatkan nilai wajar rupiah di Rp18.000–18.300 per dolar AS. Kapan Rp20.000 jadi realistis, dan apa peran premi risiko?